Jakarta, 11 Agustus 2026 — Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI) menetapkan Prof. Ardiansyah, Ph.D. sebagai Ketua P3FNI periode 2026–2029 secara aklamasi dalam Kongres P3FNI 2026 yang digelar secara hybrid di Auditorium Hall, Universitas Bakrie, Jakarta, dan melalui Zoom Meeting, Selasa (11/8).
Penetapan tersebut menjadi langkah keberlanjutan P3FNI dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pangan fungsional dan nutrasetikal di Indonesia. Dalam kongres, Prof. Ardiansyah, Ph.D. membawa visi “Bersinergi membangun ekosistem pangan fungsional dan nutrasetikal Indonesia.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, P3FNI menetapkan tiga arah misi utama, yaitu menguatkan sinergi hulu sumber pangan fungsional dan nutrasetikal; mendorong riset, inovasi, dan hilirisasi berbasis ilmiah; serta membangun literasi, edukasi, advokasi, dan promosi pangan fungsional dan nutrasetikal.
Kongres P3FNI 2026 juga menjadi forum evaluasi terhadap kepengurusan periode 2023–2026. Dalam rapat pleno, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus P3FNI periode tersebut yang disampaikan oleh Prof. Ardiansyah, Ph.D. selaku ketua demisioner diterima secara mufakat oleh anggota. Selanjutnya, proses pemilihan ketua periode 2026–2029 dipimpin oleh Dr. Atik Kridawati.
Dalam proses pemilihan, dari 128 anggota aktif terdapat 22 anggota yang memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai ketua. Sebanyak 21 kandidat menolak dicalonkan dan mengusulkanProf. Ardiansyah, Ph.D. sebagai calon tunggal. Setelah menyampaikan visi, misi, dan harapannya, Prof. Ardiansyah kemudian ditetapkan secara mufakat sebagai Ketua P3FNI periode 2026–2029.
Selain menetapkan kepemimpinan baru, Kongres P3FNI 2026 menghasilkan sejumlah masukan sebagai dasar penyusunan kepengurusan dan program kerja periode 2026–2029. Anggota menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara dunia industri, peneliti, pembuat regulasi, dan organisasi terkait. P3FNI juga didorong untuk mendukung peneliti muda melalui pelatihan dan bimbingan riset serta memperkuat perannya dalam memberikan masukan ilmiah terkait regulasi dan klaim kesehatan produk.

Arah pengembangan tersebut mencakup peningkatan kolaborasi penelitian, pengabdian, dan publikasi; eksplorasi pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber pangan fungsional; peningkatan keterlibatan kampus, akademisi, dan praktisi; serta penyusunan roadmap kegiatan P3FNI untuk periode 2026–2029.
Dalam pembahasan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), anggota turut memberikan sejumlah masukan strategis. Salah satunya adalah perlunya Focus Group Discussion (FGD) khusus untuk membahas definisi “pangan fungsional” dan “nutrasetikal”. Anggota juga mengusulkan agar rancangan perubahan AD/ART dapat terlebih dahulu dikirimkan kepada seluruh anggota untuk mendapatkan masukan dan sanggahan sebelum disahkan dalam rapat pleno.
Kongres P3FNI 2026 ditutup dengan penyerahan mandat kepada Prof. Ardiansyah, Ph.D. untuk membentuk kepengurusan baru periode 2026–2029. Hasil rekapitulasi aspirasi anggota terkait evaluasi kepengurusan sebelumnya, masukan program kerja, serta daftar anggota yang menyatakan kesediaan menjadi pengurus diserahkan sebagai bahan penyusunan kepengurusan dan program kerja mendatang.

Melalui kepengurusan periode 2026–2029, P3FNI diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dan meningkatkan dampak nyata pengembangan pangan fungsional dan nutrasetikal bagi masyarakat Indonesia. Arah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang menghubungkan riset, inovasi, industri, regulasi, edukasi, dan kebutuhan masyarakat.







