Jakarta, 12 Agustus 2026 — Perhimpunan Penggiat Pangan Fungsional dan Nutrasetikal Indonesia (P3FNI) bekerja sama dengan Asosiasi Sensori Indonesia (Asensindo) dan Universitas Bakrie menyelenggarakan The 4th National Seminar on Functional Food and Nutraceutical pada 11–12 Agustus 2026 di Universitas Bakrie, Jakarta. Mengusung tema “Reviving Traditional Heritages Through Functional Foods and Nutraceuticals for Health Sustainability,” seminar ini menjadi forum bagi akademisi, peneliti, industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengembangan pangan fungsional dan nutrasetikal berbasis potensi pangan serta warisan tradisional Indonesia.
Seminar dibuka pada Selasa (11/8) dengan sesi keynote yang menghadirkan Prof. Dr. Chin-Kun Wang dari Chung Shan Medical University, Taiwan, dilanjutkan dengan sesi pembicara undangan yang menghadirkan Prof. Dr. Amin Ismail dari Universiti Putra Malaysia, Prof. Dr. Christofora Hanny Wijaya dari IPB University, serta Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc. dari Universitas Gadjah Mada.

Rangkaian sesi hari pertama menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan pangan fungsional dan nutrasetikal dari perspektif akademik dan penelitian. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi pleno yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Tejasari, M.Sc. dari Universitas Jember. Setelah rangkaian seminar hari pertama, kegiatan dilanjutkan dengan Kongres P3FNI.
Memasuki hari kedua, Rabu (12/8), seminar menghadirkan Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, M.Sc., Ph.D. dari IPMI International Business School sekaligus Past President IUFoST sebagai keynote speaker. Sesi utama kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Dr. Takuya Sugahara, Ph.D. dari Ehime University, Jepang; Prof. Kiki Fibrianto, STP., M.Phil., Ph.D. dari Universitas Brawijaya; Dra. Dwiana Andayani, Apt., Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI; serta Ir. Adhi Lukman, Ketua Umum GAPMMI.

Setelah sesi pleno, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan presentasi makalah secara paralel di lima ruangan, yaitu Room A hingga Room E. Para peserta mempresentasikan hasil penelitian dalam berbagai bidang, mulai dari inovasi pangan fungsional, kesehatan dan nutrasetikal, perilaku konsumen, keberlanjutan, hingga teknologi pengolahan pangan. Berbagai penelitian yang dipresentasikan turut menunjukkan pemanfaatan bahan pangan lokal dan sumber daya alam Indonesia dalam pengembangan produk fungsional.

Di sela berlangsungnya sesi paralel, peserta juga mengikuti presentasi poster yang menampilkan berbagai hasil penelitian terkait pangan fungsional dan nutrasetikal. Sesi ini memberikan ruang bagi peneliti untuk memaparkan penelitian secara lebih interaktif sekaligus membuka kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi mengenai hasil dan potensi pengembangan penelitian tersebut.
Setelah seluruh rangkaian presentasi selesai, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dengan presentasi terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian dan penyampaian hasil riset selama seminar. Penghargaan untuk kategori presentasi oral diberikan kepada Danielle Nathania Soerjanto dari Swiss German University, Yohanes Alan Sarsita Putra dari Universitas Katolik Soegijapranata, dan Winda Ariyani dari Gunma University Graduate School of Medicine, Jepang.
Sementara itu, penghargaan untuk kategori presentasi poster diberikan kepada Aqeela Nanda Rahmadhani dari Universitas Gadjah Mada. Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kontribusi peserta dalam memperkaya diskusi dan perkembangan riset di bidang pangan fungsional dan nutrasetikal.

Rangkaian The 4th National Seminar on Functional Food and Nutraceutical kemudian ditutup melalui closing ceremony pada Rabu (12/8). Melalui seminar ini, P3FNI dan Universitas Bakrie mendorong agar kekayaan pangan dan pengetahuan tradisional dapat terus dikembangkan melalui riset dan inovasi. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan sumber daya pangan Indonesia sebagai bagian dari pengembangan pangan fungsional dan nutrasetikal yang mendukung kesehatan berkelanjutan.







